Sabtu, 30 November 2013

Earth Without 'Art' is Just an 'Eh'

I want to be an illustrator!! And of course, a full time mom :) 2 years from now, I'd be majoring art and design studies, amin :)

Dan ini orang-orang yang menginspirasi gue, para illustrator favorit gue:

Anna Rifle Bond

Walaupun sekarang udah jaman digital, gak bakal ada yang bisa ngalahin romantisme secarik kertas. Coba bayangin, kapan terakhir ngasih/dikasih kartu ucapan pas lagi ulang tahun instead of BBM voice notes and wishes? Kapan terakhir dikirimin surat yang ditulis pake tulisan tangan, instead of tulisan komputer? Gue sih, terakhir pas SD, bales-balesan surat sama sepupu gue. Atau mungkin, terakhir kali nerima surat malah surat SP dari sekolah? :p
Nah, Anna bersama suaminya bikin usaha bernama Rifle Paper Co. Mereka mendesign dan menjual barang-barang seperti journal, calendar, phone cases, greeting cards, invitations dan lain lain.
Ini Anna dan beberapa merchandisenya:







can't resist to have them all :'D pictures taken from riflepaperco.com


Ayang Cempaka

Wanita yang satu ini asli Indonesia. I love floral that's why I love her! Sapuan warna yang dan soft menjadi ciri khasnya. Ini contoh karya-karyanya, taken randomly from google and her instagram:







Diela Maharanie

Yang satu ini juga asli Indonesia. Ciri khasnya adalah warna-warna terang seperti pink neon, hijau neon. Karyanya selalu breath-taking dan penuh makna. Ini karya Diela, taken from her blog :)



I've Got Your Number (2011)

Assalam mu'alaikum, guys! Siang bolong gini enaknya minum es teh mas bambang sambil baca buku. Naahh, ngomong-ngomong soal buku, gue punya buku bagus nih yang reccomended banget buat agan-agan baca: I've Got Your Number by Sophie Kinsella




Apa ya rasanya, kalo cincin pertunangan lo hilang, sementara cincin yang dikasih salon suami lo itu cincin keluarga yang udah diwariskan selama berabad-abad? Udah gitu bentar lagi harus ketemu calon mertua lo yang dingin dan galak Kalo ditanyain, mau jawab apa hayoo?

Itulah konflik awal yang dialami Popy Wyatt di buku ini. Ditambah handphone-nya yang dicuri, ia kesulitan buat menghubungi orang-orang terdekatnya. Untunglah dia nemu handphone yang dibuang di tong sampah, entah milik siapa. Ia pikir, "Siapapun yang menemukan boleh jadi pemiliknya".

Alih-alih ngeringanin beban buat nyari cincinnya yang hilang, handphone itu justru tambah ngerepotin Poppy. Pemiliknya, Sam Roxton, seorang pengusaha ngotot supaya Poppy ngebalikin handphonenya itu, karena itu adalah handphone milik perusahaan. Poppy bersedia dengan syarat, ia akan meminjamnya sampai cincinnya ketemu, dan ia akan mem-forward semua email perusahaan yang masuk he handphone itu. Sam yang kebetulan sebelumnya mempunyai hutang budi terhadap Poppy, akhirnya mengiyakan.

Banyak kejadian seru di buku ini. Sophie Kinsella emang selalu bisa mengemas cerita cinta yang segar, kocak, nggak cengeng, dan nggak menye-menye. Namun cukup bisa bikin kita ngedumel, "Aaah, unyu banget! If only I could marry him!:("

Novel Sophie Kinsella yang juga terkenal adalah Confessions of a Shopaholic, yang juga udah di angkat ke layar lebar.



Gimana kelanjutan ceritanya? Baca aja! Nggak akan nyesel. Moral story of this book adalah nggak semua orang yang anda pikir baik itu baik. There's a kind of a man who would marry you just because he wants to prove to everyone that he can get married! Because he's known as a coward fickle man who has proposed so many women and ends up breaking up them all. Kalau kata ibu saya sih, "Yang kita seneng belum tentu jodoh kita, kamu suka bunga mawar tapi kalo kamu dapet bunga yang lain, inget aja kalo Tuhan punya tujuan." :)

Sampai ketemu di gelas-gelas es teh yang berikutnya :D

The Book's Awesomeness

When I'm not at my home, I should be around a craft store... or a bookstore! Entah kenapa rasanya betah banget ada di toko buku, apalagi bagian stationery dan illustrated books.
Dan karena gue suka art, gue pengen banget ngoleksi illustrated books. Ini book wishlist gue, yang pertama: A Map of the World: The World According to Illustrators and Storytellers





Drawing a map means understanding world a little better. Selama berabad-abad, peta udah digunain sebagai panduan untuk nentuin arah, jarak, topografi dan lain lain. Namun di tangan para illustrator berbakat, kumpulan peta dunia atau atlas ini disulap menjadi  layaknya sebuah buku dongeng












London illustrated so beautifully you'll need to tell someone















Japan










Northern Italy

Yang ke dua, Wild Flowers by colour karya Marjorie Blamey




Yang ke tiga, What Shall I Wear Today by Fifi Lapin


Siapa yang gak kenal karakter Fifi Lapin, kelinci yang stylish ini? Fifi eksis lewat blognya. Uniknya, sampe sekarang creator-nya sampe masih belum diketahui.Tapi Fifi udah kerjasama dengan leSportsac, ngerluarin merchandise nya sendiri dan udah nerbitin beberapa buku.





This is Fifi wearin Celine's collection:



Jadi yang iseng-iseng pengen ngasih gue kado, boleh nih buku-bukunya ^^

Jumat, 29 November 2013

How To Stop This Train, John?



"No I'm not color blind
I know the world is black and white
Try to keep an open mind, but...
I just can't sleep on this tonight
Stop this train
I want to get off and go home again
I can't take the speed it's moving in
I know I can't
But honestly, won't someone stop this train?


Pernah gak anda ngerasain bingung ingin jadi apa, ingin kuliah apa, dimana, dan mikirin gimana kehidupan anda kedepannya? Gimana anda akan mendewasa, hidup mandiri tanpa orang tua. Waktu berjalan terus tanpa bisa dihentikan, seperti kereta yang terus berjalan maju sampai ke tujuan, tanpa pernah kita bisa request, "Pak masinis, turun di sini dong..." Kereta hanya transit di beberapa stasiun yang udah ditentukan dan itu juga nggak lama, seperti lagu yang dulu sering kita nyanyikan, "Ayo kawanku lekas naik,  keretaku tak berhenti lama..."


"Don't know how else to say it, don't want to see my parents go
One generation's length away
From fighting life out on my own"

Pas sampe di tujuan pun, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Boro-boro nolongin anda bawain beban anda yang berat, bawa barang-barang sendiri aja udah susah payah. Semua orang terburu-buru turun karena seperti yang dulu sering kita nyanyikan lagi, "Keretaku tak berhenti lama." Gak ada lagi orang tua kalian yang bilang "Udah kamu duduk aja, biar bapak yang ngangkatin tasnya." Anda harus belajar mandiri.


"So scared of getting older
I'm only good at being young
So I play the numbers game to find a way to say that life has just begun"

Kebimbangan inilah yang mungkin bikin John Mayer menuangkannya dalam salah satu lagu favorit saya, Stop This Train. Di lagu ini, John menganalogikan waktu sebagai kereta yang terus berjalan gapake stop. "Scared of getting older". Saya yakin bukan hanya John Mayer yang pernah merasakannya, tapi kebanyakan remaja yang hidup di dunia ini juga pernah, termasuk saya :D

Being in the place between adolescence and adulthood is fun yet confusing. Makin dewasa, makin banyak keputusan yang harus kita ambil. 
Mungkin pemberhentian kereta ini adalah salah satu kesempatan untuk memutuskan, apakah kita akan turun, atau melanjutkan perjalanan kita. Let the train brings you wherever you will meant to be.

Had a talk with my old man
Said "help me understand"
He said "turn 68, you'll renegotiate
Don't stop this train
Don't for a minute change the place you're in
Don't think I couldn't ever understand
I tried my hand
John, honestly we'll never stop this train"



John and Richard Mayer

John seems to love his dad so much. John comes to him whenever he feels down. Dikutip dari wawancara People.com, John bilang; "My father is the most upstanding man I've ever met. I'm a mess of unfinished thoughts. Really. The music world allows it, art allows it. That's where I wish I was more like my father. "

Pernah suatu malam ayah saya bertanya pada saya dan abang-abang saya, "Sebenernya tujuan kamu hidup di dunia ini apa sih?"
Saya yang waktu itu baru kelas 3 SMP cuma bisa jawab, "pengen bahagia" 
"Ya bahagianya itu dengan cara apa?"
Denger pertanyaan itu, saya cuma bisa diam. Toh saya juga belum tau pengen jadi apa. Tapi ayah saya bilang;
"Kalian bebas nentuin tujuan hidup kalian. Kalian bebas nentuin pengen jadi apa, asal kalian bertanggung jawab atas apa yang udah kalian pilih. Karena nanti kalau orang tua udah ngga ada, kita udah ngga bisa nge cover kalian lagi.
Ibaratnya impian kamu itu pengen pergi ke Monas. Nah, untuk sampe ke Monas kalian bisa naik macem-macem kendaraan. Ada yang naik Jaguar, bus kota, bajaj. Kalian juga bisa lewat macem-macem jalan. Bisa lewat tol, jalan raya, atau jalan tikus sekalipun.
Nah, kalian yang bapak sekolahin di sekolah yang bagus tuh, ibaratnya pergi ke Monas naik Jaguar, lewat jalan tol.. Dingin, cepet, enak, dan intinya nyaman. Coba deh kamu balapan, Jaguar lawan bajaj. Mana yang menang? Tapi kadang, orang-orang yang naik bajaj bisa nyampe duluan ke Monas. Kenapa?
Karena mobil kalian mogok di tengah jalan gara-gara jarang dirawat, telat berangkat, kena macet deh di tol. Sementara orang-orang yang naik bajaj, mereka hapal jalan tikus. Walaupun mereka naik kendaraan reot nan berisik, jalan sempit penuh becek dan lobang, tapi mereka bisa sampe duluan di Monas.
Nah, kalian yang udah dikasih fasilitas yang baik, jangan mau kalah. Belajar itu bisa dimana aja, nak. Mau belajar di bawah pohon rambutan, kalau semangat dan serius juga bisa ngalahin anak-anak yang sekolahnya bagus."

Apa artinya? Kadang kita terlena sama apa yang udah kita miliki, gak mikir kedepan, seperti kata-kata orang bijak: life begins at the end of your comfort zone. Karena menurut kita apapun yang bakal terjadi, masih ada yang bakal jadi sandaran kita;orang tua dan harta. Padahal semua harta itu bukan milik kita, tapi milik orang tua kita. Sometimes we just let the train brings us wherever it wants.

Namun kadang justru orang-orang yang kurang beruntung dibanding kita, yang bisa sukses duluan. Keterbatasan dan keterpaksaanlah yang justru mendorong dia buat jadi sukses. Coba bayangin, seorang anak tukang cuci pengen banget nerusin studinya ke jenjang kuliah. Sadar kalo orang tuanya pas-pasan, mau nggak mau ia harus masuk ke Perguruan Tinggi Negeri jalur undangan, yang biayanya paling murah. Atau mungkin beasiswa? Sementara ia hanyalah satu dibanding ratusan ribu orang kaya dan orang miskin yang ingin tembus Perguruan Tinggi Negeri. Mau nggak mau, ia harus berusaha lebih keras dibanding yang lain. Belum lagi asupan gizi di rumah yang kurang baik, nggak memacu otak. Kadang harus bantu orang tua cari uang. Konsentrasi terpecah, namun semangat harus tetap membara. Tapi kebanyakan, orang-orang seperti inilah yang bakalan mendulang sukses di kemudian hari, buah dari kerja keras yang selama ini udah mereka lakukan.


"See once in a while when it's good
It'll feel like it should
And they're all still around
And you're still safe and sound
And you don't miss a thing
'til you cry when you're driving away in the dark."

Ayah saya juga bilang, mengapa banyak anak pejabat atau pengusaha kaya yang nggak sesukses orang tuanya? Karena yang diwariskan dari mereka cuma harta, bukan semangat juang.

Saat kita bener- bener dewasa nanti, we're starting to build new lives, leave old one's behind, lose people, and become people. Tapi jangan khawatir, karena pada waktunya semua akan baik-baik aja dan up and down in one's life adalah sesuatu yang wajar. :)

Dan karena ayah saya udah nanemin semangat juang ke saya dan abang-abang saya, saya harap kami juga bisa sukses di kemudian hari :D 

Ini foto bapak saya jaman dahulu kala, hehe Love u, Dad <3




"Singing stop this train 
I want to get off and go home again
I can't take this speed it's moving in
I know I can't
Cause now I see, I'll never stop this train..."

Sabtu, 23 November 2013

Sweeney Todd : The Demon Barber of Fleet Street (2007)

"There was a barber and his wife, 
 And she was beautiful.
A foolish barber and his wife. 
She was his reason and his life, 
And she was beautiful. 

There was another man who saw 
That she was beautiful, 
A pious vulture of the law, 
Who with a gesture of his claw 
Removed the barber from his plate."

Benjamin Barker a.k.a. Sweeney Todd (Johnny Depp) bersenandung tentang kisah hidupnya kepada Anthony (Jamie Bower), teman seperjalanannya, yang merupakan seorang pelaut. Barker adalah seorang tukang cukur yang mempunyai istri yang cantik jelita, Lucy (Laura Kelly) dan seorang anak yang masih bayi, Johanna (Jayne Wisener). Namun suatu hari, seorang hakim jahat, Judge Turpin (Alan Rickman) melihat Lucy dan jatuh cinta padanya. Dengan akal bulusnya, ia berhasil menjatuhkan tuduhan palsu atas Barker, dan membuangnya ke penjara yang jauh.



Benjamin Barker a.k.a Sweeney Todd

15 tahun kemudian, sepulangnya Barker ke tanah airnya, London, ia kembali ke tempat di mana ia pernah tinggal, sebuah flat di Fleet Street. Namun flat tersebut kini telah berubah, di lantai dasar tempat dulu ia tinggal telah menjadi restoran pie bulukan yang tidak laku milik seorang janda, Mrs. Lovett (Helena Bonham Carter). Mrs. Lovett menceritakan keadaan keluarga Baker sementara ia dipenjara. Lucy telah dipermalukan oleh Judge Turpin, sampai-sampai ia gila dan menenggak racun. Sementara Johanna, anaknya kini diasuh oleh Judge Turpin dan bagaimana ia dikurung tanpa belas kasihan dari seorang ibu.




Barker hancur mendengar semua itu, dan berniat untuk membalas dendam pada Judge Turpin. Ia merubah namanya menjadi Sweeney Todd dan kembali membuka salon cukurnya di Fleet Street, di atas restoran pie Mrs. Lovett. Dalam kesedihannya yang menggila-gila, ia membunuh semua pelanggan yang datang untuk bercukur dengan menyayat leher mereka. Ia bertarget untuk membawa Judge Turpin ke salon cukurnya agar ia dapat membunuhnya. Sementara itu Mrs. Lovett memakai daging dari mayat-mayat manusia tersebut untuk dijadikan pie. Restoran pie menjadi laku keras tanpa seorangpun tahu jika mereka memakan daging manusia.


"No, not Barker. That man is dead. It's Todd now. Sweeney Todd... and he will have his revenge."




Walaupun bukan film baru, saya rasa film ini sangat worth-it untuk diresensikan. Film ini diangkat dari kisah broadway dengan judul yang sama, jadi tidak heran kalau film ini memadukan unsur musikal dan thriller. Kebanyakan dari dialog dalam film ini adalah nyanyian yang sarat arti dan relevan terhadap alur cerita.
Tidak hanya pada tahun 2007, Sweeney Todd juga sudah pernah difilmkan maupun dibuat serial tv-nya.


Sweeney Todd, 1982

Salah satu lagu favorit saya adalah "Johanna", dinyanyikan oleh tokoh Anthony yang jatuh hatinya pada pandangan pertama kepada Johanna, dan berniat membebaskannya dari cengkraman Judge Turpin.


"I'll steal you, Johanna

I'll steal you
Do they think that walls could hide you?
Even now, I'm at your window.
I am in the dark beside you,
Buried sweetly in your yellow hair!
I feel you, Johanna,
And one day I'll steal you!
Til I'm with you then,
I'm with you there,
Sweetly buried in your yellow hair!"


By the way, coba deh dengerin lagu ini, resapi liriknya tanpa menonton scene-nya. Sedikit creepy, ya? Jadi kebayang sesosok hantu yang lagi nungguin di balik jendela, tryin to steal us. XD


Johanna dan Anthony


Nuansa gelap sangat kental dalam film ini. Bagi anda penyuka thriller, sangat direkomendasikan deh untuk menonton film ini. Darah yang berceceran dimana-mana, ditambah akting dari Johnny Depp yang sukses memerankan sosok manusia berhati iblis, dan ending cerita yang tak terduga-duga (plot twist) makin menyempurnakan film Sweeney Todd. Ohya, film yang satu ini nih, film yang ber-pairing Johhny Depp dan Helena Bonham Carter. Mereka sering banget berakting bareng, seperti di film Alice in Wonderland, The Lone Ranger, dan Charlie and the Chocolate Factory. Ini salah satu faktor mengapa saya menyukai film ini, karena saya sangat menyukai pairing Johnny-Helena. Hehehe :) 




HAPPY WATCHING!