"No I'm not color blind
I know the world is black and white
Try to keep an open mind, but...
I just can't sleep on this tonight
Stop this train
I want to get off and go home again
I can't take the speed it's moving in
I know I can't
But honestly, won't someone stop this train?
Pernah gak anda ngerasain bingung ingin jadi apa, ingin kuliah apa, dimana, dan mikirin gimana kehidupan anda kedepannya? Gimana anda akan mendewasa, hidup mandiri tanpa orang tua. Waktu berjalan terus tanpa bisa dihentikan, seperti kereta yang terus berjalan maju sampai ke tujuan, tanpa pernah kita bisa request, "Pak masinis, turun di sini dong..." Kereta hanya transit di beberapa stasiun yang udah ditentukan dan itu juga nggak lama, seperti lagu yang dulu sering kita nyanyikan, "Ayo kawanku lekas naik, keretaku tak berhenti lama..."
"Don't know how else to say it, don't want to see my parents go
One generation's length away
From fighting life out on my own"
Pas sampe di tujuan pun, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Boro-boro nolongin anda bawain beban anda yang berat, bawa barang-barang sendiri aja udah susah payah. Semua orang terburu-buru turun karena seperti yang dulu sering kita nyanyikan lagi, "Keretaku tak berhenti lama." Gak ada lagi orang tua kalian yang bilang "Udah kamu duduk aja, biar bapak yang ngangkatin tasnya." Anda harus belajar mandiri.
"So scared of getting older
I'm only good at being young
So I play the numbers game to find a way to say that life has just begun"
Kebimbangan inilah yang mungkin bikin John Mayer menuangkannya dalam salah satu lagu favorit saya, Stop This Train. Di lagu ini, John menganalogikan waktu sebagai kereta yang terus berjalan gapake stop. "Scared of getting older". Saya yakin bukan hanya John Mayer yang pernah merasakannya, tapi kebanyakan remaja yang hidup di dunia ini juga pernah, termasuk saya :D
Being in the place between adolescence and adulthood is fun yet confusing. Makin dewasa, makin banyak keputusan yang harus kita ambil.
Mungkin pemberhentian kereta ini adalah salah satu kesempatan untuk memutuskan, apakah kita akan turun, atau melanjutkan perjalanan kita. Let the train brings you wherever you will meant to be.
Had a talk with my old man
Said "help me understand"
He said "turn 68, you'll renegotiate
Don't stop this train
Don't for a minute change the place you're in
Don't think I couldn't ever understand
I tried my hand
John, honestly we'll never stop this train"
John and Richard Mayer
Pernah suatu malam ayah saya bertanya pada saya dan abang-abang saya, "Sebenernya tujuan kamu hidup di dunia ini apa sih?"
Saya yang waktu itu baru kelas 3 SMP cuma bisa jawab, "pengen bahagia"
"Ya bahagianya itu dengan cara apa?"
Denger pertanyaan itu, saya cuma bisa diam. Toh saya juga belum tau pengen jadi apa. Tapi ayah saya bilang;
"Kalian bebas nentuin tujuan hidup kalian. Kalian bebas nentuin pengen jadi apa, asal kalian bertanggung jawab atas apa yang udah kalian pilih. Karena nanti kalau orang tua udah ngga ada, kita udah ngga bisa nge cover kalian lagi.
Ibaratnya impian kamu itu pengen pergi ke Monas. Nah, untuk sampe ke Monas kalian bisa naik macem-macem kendaraan. Ada yang naik Jaguar, bus kota, bajaj. Kalian juga bisa lewat macem-macem jalan. Bisa lewat tol, jalan raya, atau jalan tikus sekalipun.
Nah, kalian yang bapak sekolahin di sekolah yang bagus tuh, ibaratnya pergi ke Monas naik Jaguar, lewat jalan tol.. Dingin, cepet, enak, dan intinya nyaman. Coba deh kamu balapan, Jaguar lawan bajaj. Mana yang menang? Tapi kadang, orang-orang yang naik bajaj bisa nyampe duluan ke Monas. Kenapa?
Karena mobil kalian mogok di tengah jalan gara-gara jarang dirawat, telat berangkat, kena macet deh di tol. Sementara orang-orang yang naik bajaj, mereka hapal jalan tikus. Walaupun mereka naik kendaraan reot nan berisik, jalan sempit penuh becek dan lobang, tapi mereka bisa sampe duluan di Monas.
Nah, kalian yang udah dikasih fasilitas yang baik, jangan mau kalah. Belajar itu bisa dimana aja, nak. Mau belajar di bawah pohon rambutan, kalau semangat dan serius juga bisa ngalahin anak-anak yang sekolahnya bagus."
Apa artinya? Kadang kita terlena sama apa yang udah kita miliki, gak mikir kedepan, seperti kata-kata orang bijak: life begins at the end of your comfort zone. Karena menurut kita apapun yang bakal terjadi, masih ada yang bakal jadi sandaran kita;orang tua dan harta. Padahal semua harta itu bukan milik kita, tapi milik orang tua kita. Sometimes we just let the train brings us wherever it wants.
Namun kadang justru orang-orang yang kurang beruntung dibanding kita, yang bisa sukses duluan. Keterbatasan dan keterpaksaanlah yang justru mendorong dia buat jadi sukses. Coba bayangin, seorang anak tukang cuci pengen banget nerusin studinya ke jenjang kuliah. Sadar kalo orang tuanya pas-pasan, mau nggak mau ia harus masuk ke Perguruan Tinggi Negeri jalur undangan, yang biayanya paling murah. Atau mungkin beasiswa? Sementara ia hanyalah satu dibanding ratusan ribu orang kaya dan orang miskin yang ingin tembus Perguruan Tinggi Negeri. Mau nggak mau, ia harus berusaha lebih keras dibanding yang lain. Belum lagi asupan gizi di rumah yang kurang baik, nggak memacu otak. Kadang harus bantu orang tua cari uang. Konsentrasi terpecah, namun semangat harus tetap membara. Tapi kebanyakan, orang-orang seperti inilah yang bakalan mendulang sukses di kemudian hari, buah dari kerja keras yang selama ini udah mereka lakukan.
"See once in a while when it's good
It'll feel like it should
And they're all still around
And you're still safe and sound
And you don't miss a thing
'til you cry when you're driving away in the dark."
Ayah saya juga bilang, mengapa banyak anak pejabat atau pengusaha kaya yang nggak sesukses orang tuanya? Karena yang diwariskan dari mereka cuma harta, bukan semangat juang.
Saat kita bener- bener dewasa nanti, we're starting to build new lives, leave old one's behind, lose people, and become people. Tapi jangan khawatir, karena pada waktunya semua akan baik-baik aja dan up and down in one's life adalah sesuatu yang wajar. :)
Dan karena ayah saya udah nanemin semangat juang ke saya dan abang-abang saya, saya harap kami juga bisa sukses di kemudian hari :D
Ini foto bapak saya jaman dahulu kala, hehe Love u, Dad <3
"Singing stop this train
I want to get off and go home again
I can't take this speed it's moving in
I know I can't
Cause now I see, I'll never stop this train..."



Jadi bingung tujuan gue kemana
BalasHapus